Salah Mengejar

[Sedikit sharing]

Beberapa waktu yang lalu, ada seorang guru yang bertanya tentang suatu hal tapi jatuhnya cenderung ngetes, sih. Kira-kira begini pertanyaannya: “Sebenarnya apa tujuan orang-orang berlomba memperlihatkan masalah dan kehidupan pribadinya di media sosial? Apa yang mereka cari dan apa yang mereka harapkan dari itu semua?”

Hening. Kemudian langsung mikir, ‘Apa yaa? Mau jawab tapi banyak tapinya.’

Setelah beberapa saat tidak mendapatkan jawaban, beliau pun berkata, Pengakuan. Karena mengharapkan pujian. Intinya, mencari penilaian, bukan dari Allah, tetapi dari makhluk. Kenapa? Karena kalau yang menjadi tujuannya adalah Allah, maka tanpa perlu diumbar di media pun, Allah pasti sudah tau. Sudah paham. Sudah ngerti. He’s more than just understanding everything(Suka mendadak Inggris beliau mah). Jadi, jangan salah mengejar, jangan keliru menuju. Yang seharusnya kita kejar adalah ridho Allah, dan yang pantas kita harapkan adalah penilaian dari Allah.”

“Mungkin pada awalnya hal itu bertujuan untuk berbagi pengalaman agar bermanfaat bagi orang lain. Tapi, berhati-hatilah dengan niat yang ada dalam hati. Karena tidak sedikit yang memang benar-benar berniat “memperlihatkan” dengan tujuan agar semua orang tau. Nah, ini yang perlu diwaspadai,” sambungnya. Perbaiki lagi niat kita: karena Allah. Lillahita’ala. Sing ikhlas nya,” (aslina mah sunda).

“Dan kita tidak boleh lupa, bahwa apa yang diperlihatkan tidak semuanya bermanfaat. Bagaimana kalau ada yang merasa dengki? Bagaimana kalau ternyata apa yang dibagikan itu justru mendatangkan banyak mudharat? Bisa jadi –dan ini sangat mungkin sekali, menjadi bahan ghibah bagi orang-orang yang melihatnya. Nah, lalu bagaimana nanti kita mau mempertanggungjawabkan semua itu?”

“Jadi, baik-baiklah dalam memilah. Filter dan pertimbangkan lagi kalau mau sharing sesuatu. Jangan sampai hal itu justru menjadi sumber dosa bagi orang lain. Dan jangan sampai menyebabkan suatu kemunafikan dalam diri kita sendiri,” (jujur ini ngena bangeeet). “Karena banyak sekali orang yang kehidupan dunia mayanya sangat berbeda dengan kehidupannya di dunia nyata”, tutup beliau dengan penuh penekanan.

Oke, mari kembali memperbaiki niat 🙂

Photo by Samuel Silitonga on Pexels.com

8 pemikiran pada “Salah Mengejar

  1. Aku juga penasaran apa ya alasannya. Tetapi kalau ternyata dengan tanpa sadar aku melakukan hal seperti itu juga, mungkin karena jenpolnya aja yang gatel pengen update. Kayaknya gitu deh jempol yang gatel…

    Suka

    1. Jempolnya yg disalahin 😀
      Aku kadang juga mikir gitu sih, kenapaa yaa. Apalagi setiap kali posting sesuatu, beberapa saat kemudian jadi mikir, ngapain ya aku posting kayak gitu. Terus dihapus. Labil -_-

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s