Menjalu Masa Lalu

Tidakkah manusia keliru? Yang sebaiknya dilupakan cukuplah kenangan, namun yang dihapus dari ingatan justru seseorang.

Lalu ketika bertemu, bukan sekedar orangnya yang kembali diingat, rentetan kenangan pun seakan turut mencuat.

Mari mempertimbangkan dengan lebih cermat. Jangan pelakunya yang dicutat, perkaranya saja yang dibabat.

Supaya?
Sekalipun ia masih sering berkelebat, kenangan yang membersamainya tak mengguncang terlampau kuat. Sudah berkarat.

[malem-malem random]

8 pemikiran pada “Menjalu Masa Lalu

    1. Cukup dengan terus ikhlas dan bersabar hingga kita bisa sampai pada taraf penerimaan (ngomong emang selalu gampang πŸ˜‚)
      Memang butuh waktu, tapi kalau kita bener2 udah ikhlas, udah bisa menerima, ketemu sama ‘dia’ pun nggak akan gimana2, nggak ngefek lagi. Seriusan.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s