Semua Butuh Jeda

Barangkali kamu pernah mengalaminya, ketika sekelilingmu tengah tertawa bahagia, namun dalam hatimu justru terasa begitu hampa. Segala hal yang menyuguhkan kegembiraan terasa begitu hambar, sebab carut marutnya emosi dalam dirimu belum memudar.

Meski banyak yang bilang bahwa kebahagiaan itu menular, namun bagaimana lagi jika ternyata tawa yang merekah pada wajah mereka justru belum ingin singgah di wajahmu? Bagaimana jika canda yang mereka gaungkan belum menggema sampai ke dalam hatimu?

Kurasa, tak mengapa.

Berilah dirimu sedikit jeda.

Kamu tak harus memaksa sudut bibirmu menyungging tawa jika memang belum bisa. Kamu tak harus melebur dalam kegembiraan yang mereka bawa. Kamu tak perlu merasa sungkan untuk sejenak menarik diri dari euforia, bukannya mengubur sedih yang kamu rasa dalam atmosfer bahagia jika hanya demi formalitas semata. Daripada terus dipendam, persilakan saja ia mengalir perlahan. Sebab tak hanya kesenangan, kesedihan pun sesekali juga perlu dinikmati sensasinya.

Tak perlu selalu mengekang dirimu yang tengah bersedih, tak perlu memerangi hatimu yang pedih. Penerimaan terhadapnya, sepertinya akan lebih baik, sebab dengan begitu, kamu jadi tau makna pulih yang sesungguhnya. Insyaa Allaah…

Namun, sebagaimana bahagia, sendumu pun sekadarnya saja, ya 🙂

Photo by Daria Shevtsova on Pexels.com

4 pemikiran pada “Semua Butuh Jeda

  1. Ih, ini benar-benar pernah ku alami, bukan sekali bahkan sering.
    Yuuup, menikmati segala keadaan dan rasa yang ada, membuat senyum menebar indah, saat mengingatnya. Apakah itu sedih atau bahagia yang pernah kita jalani, yyaa.. Terima kasih Mbak Ifah, untuk remindernya.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s