Pulih

Ku kira hujan semalam masih menyisakan genangan, namun seberkas sinar dari celah jendela mengabarkan bahwa rintiknya telah habis ditelan dahaga tanah gersang. Ku sibak tirai untuk memastikan, ternyata memang benar, kini hanya tertinggal ranting-ranting tumbang yang tersungkur di bahu jalan. Sedikit berantakan, namun sepertinya takkan menjadi penghalang bagi langkah-langkah yang nantinya berlalu lalang.

Pagi masih begitu lengang. Kemelut kabut yang tergenang di udara merebakkan hawa tenang. Ia semakin menegaskan bahwa prahara yang dicipta badai semalam telah menghilang, terganti oleh keheningan. Padahal, ku kira lembah masih tergenang, bukit masih terbenam. Agaknya angan yang tercipta semalam memang sedikit berlebihan membayangkan tentang betapa rumitnya keadaan, sebab kini mentari pagi menyeruak begitu riang di sela dedaunan ‘tuk hangatkan hati usai digigil hujan sepanjang malam.

Ternyata, semesta begitu cepat pulih dari amukan.

7 pemikiran pada “Pulih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s