Kawan Terbaik

Untuk kesekian kalinya, ku lihat ia mulai berkemas karena sebentar lagi akan kembali bergegas. Sebelum berpamitan, tak luput ia titipkan seorang kawan yang diharap ‘kan senantiasa menemani hari-hari kita, hingga Allah ridho untuk kembali mempertemukan kita dengannya. Lalu, ia pun berpesan:

“Jagalah kawan ini sebaik mungkin. Kutitipkan padamu bukan untuk kau sudutkan di atas rak berdebu, bukan pula untuk kau diamkan dalam almari kaca yang hampa. Namun, sertakan dirinya bersama laju detakmu di setiap detik. Jadikan kalam-kalamnya yang indah sebagai teman untuk berbincang. Bercengkeramalah dengannya tak hanya di kala sempat agar hatimu tak sempit. Semoga Allah ridho menjadikan ia sebagai kawan terbaikmu.”

Ia tau pasti, bertapa beratnya untuk beranjak pergi. Namun betapa jauh lebih menyedihkannya lagi, jika setelah ia benar-benar pergi, ternyata mushaf ini hanya tersentuh satu tahun sekali.

Semoga, kita bukan termasuk golongan yang merugi…

Jelang 29 Ramadhan 1442 H

(Photo by fatemah khaled on Pexels.com)

7 pemikiran pada “Kawan Terbaik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s