Ironi

Kapan hari kulihat serumpun bunga bermekaran di atas tandusnya tanah gersang. Lain waktu kutemukan sebatang tanaman layu di bawah teduhnya rintik hujan.” Seringkali hidup memang seperti ini, penuh dengan ironi. Ada yang tumbuh di saat sekitarnya sedang rapuh, ada yang mati di kala sekelilingnya tengah bersemi.

Ada yang tetap pergi, meski tak diingini.

2 pemikiran pada “Ironi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s