Secangkir Madu

… Sewajarnya, saat ini duduk menahan dingin di atas hamparan merah permadani. Di tengah wajah-wajah yang berseri menanti sinar matahari pagi meninggi, menyelisik rongga jendela untuk hangatkan diri… Namun kini, bahkan ku hanya bisa merindui, kala beliau memandang kami dan berbisik, “sahabatku yang baik”…

Wahai pemilik semesta, ingin rasanya hati kembali bersua. Duduk bersama di taman-taman surga, dengan secangkir madu sebagai jamuannya. Andai tak banyak cawan yang tersedia, sekadar menghirup aromanya pun tak apa, asalkan Engkau ridhoi kami untuk kembali hadir di sana…

© Pexels.com

2 pemikiran pada “Secangkir Madu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s