Orang-orang Pertama

Jika menelusuri perjalanan awal menulis sampai berujung di blog ini, rasanya memang cukup panjang untuk diulas. Ternyata butuh waktu bertahun-tahun dari yang awalnya sekadar menulis status nggak jelas di facebook, percakapan tidak berfaedah di twitter, menulis jurnal setiap malam, sampai akhirnya memutuskan untuk membuat blog pribadi. Sebenarnya alasan utama nggak mau membuat blog ya karena awalnya bingung, mau diisi apa?

Aku pertama kali mengenal dunia blogging waktu SMA, tetapi saat itu lebih suka jelajah blog daripada membuat laman sendiri karena belum tau caranya (baca: gaptek) dan belum memadai fasilitasnya. Setiap pelajaran TIK, pergi ke warnet (wah, kapan ya terakhir kali ke warnet), atau kalau Mbak lagi mudik terus pinjam laptop, aku selalu menyempatkan  diri untuk menelusuri blog, sampai punya halaman favorit yang judulnya Bidadari Senja. Narablognya seorang laki-laki, tapi lupa siapa namanya. Sekarang blog itu sudah tidak ada ketika kucoba kembali mencarinya. Padahal kontennya bagus, didominasi prosa dan puisi, dan sangat menginspirasi. Melihat bagaimana kemampuannya dalam merangkai kata hingga menjadi kalimat yang indah, aku pun merasa jatuh hati dengan orangnya tulisan-tulisannya.

Akhirnya di tahun ketiga SMA, aku dan seorang teman kelas berinisiatif untuk membuat blog bersama menggunakan blogspot, biar jadi anak muda produktif cenah. Sempat share beberapa tulisan, tetapi setelah lulus SMA dan mulai disibukkan kegiatan kampus, akhirnya vakum. Alhasil lupa password, nggak ingat emailnya apa, hingga berujung lupa judul dan alamat blognya. Terabaikan! Tapiii, beberapa hari yang lalu waktu iseng scroll profil di facebook, aku menemukan alamat blog tersebut karena dulu sempat share link-nya ke salah satu teman. Untuk pertama kalinya setelah 7 tahun, aku kembali membuka blog hasil kolaborasi dengan teman semasa SMA. Gimana rasanya? Malu! Bagaimana dengan tulisannya? Bukan untuk dibaca! Judul blognya aja alay banget, pakai kata star-star-an segala. Allahu Rabbi~

Seperlima dekade setelah vakumnya blog tersebut, aku pun sempat membuat blog pribadi (kali ini sendiri) dengan tumblr. Awalnya ingin menjadikan tumblr sebagai tempat sharing beberapa gambar karena dulu sempat belajar desain pakai coreldraw, tapi akhirnya berhenti juga di tengah jalan karena mulai sibuk penelitian di laboratorium dan persiapan KKN-PPL yang sudah menanti di semester berikutnya. Lalu pada tahun 2016, aku mulai membagikan beberapa kutipan pribadi dan catatan pada halaman tumblr. Setelah rajin membagikan beberapa pos selama 2016, awal tahun 2017 (lagi-lagi) mulai tidak konsisten. Kesibukan setelah lulus kuliah menjadi alasan terbesar (padahal sebenarnya males).

Di awal tahun 2017, aku tertarik untuk membuat blog menggunakan wordpress. Kata salah satu teman yang juga memiliki blog basis wordpress, menu editingnya lebih variatif (?). Lalu kuputuskan untuk hijrah dari tumblr ke wordpress dan berniat meneruskan hobi blog walking sambil belajar menulis apa saja. Walaupun tulisannya tidak layak baca, asalkan tetap produktif :). Namun lagi-lagi sempat mandeg karena saat itu lebih fokus pada pekerjaan. Lalu menjelang akhir tahun 2017 pasca hijrah ke Bandung, suatu hari temanku bertanya, masih nulis di blog? (Weh, aku punya blog? Sempat hilang ingatan). Akhirnya, kuputuskan untuk kembali membuka blog yang alhamdulillah tyda lupa passwordnya, dan melihat sebuah pemandangan yang sebelumnya tidak pernah kutemukan setiap kali log in di WordPress, yaitu munculnya satu titik pada simbol lonceng yang berada di pojok kanan atas.

Eh, ada notifikasi? Jangan-jangan warning untuk segera menutup blog karena jarang sekaliii ada kegiatan di dalamnya HAHA. Oh, bukan! Ternyata sebuah akun mulai mengikuti blog ini, yaitu akunnya Mba Yani. Mba Yani menjadi orang pertama yang mengikuti blogku yang super random ini, bahkan sampai bertukar alamat email dan nomor ponsel, beberapa kali juga sempat saling mengirimkan pesan via email dan cerita banyak hal yang menyenangkan (tapi sebenarnya aku memang masih suka komunikasi pakai email, sih). Lalu ada Kak Annisa FW Damarsya yang berteman di facebook juga. Kemudian Rizky Fauzi yang entah ke mana, sepertinya jarang update. Mereka bertiga adalah orang-orang pertama yang mengikuti blog ini, terhitung sejak 2 tahun yang lalu, disusul beberapa teman setelahnya.

wp-1577820976238.png
10 Akun Pertama yang Mengkuti Blog adelinala. Sincerely, Thank You!

Mba Yani juga lah orang pertama yang menyukai hampir semua pos blogku sejak awal dan orang pertama yang menuliskan komentar pada pos berjudul Tugas Kita adalah Bersyukur, disusul Kak Fadel. Selanjutnya Mba Hana yang turut menyelipkan komentarnya di tulisan Bandung, 21 Oktober 2018. Sepertinya blog ini sudah mau bersosialisasi. 

Notifikasi-notifikasi itu menjadi semangat bagiku untuk kembali berselancar di blog. Sampai akhirnya aku memberanikan diri untuk memulai kegiatan review buku yang awur-awuran dan tergantung mood, ulasan tempat atau event yang gitu-gitu aja, tulisan-tulisan random nan gaje, hingga beberapa catatan bertajuk self reminder yang diekspor dari jurnal harian sebagai konten blog. Meskipun masih harus banyak belajar, tetapi aku sungguh merasakan bagaimana teman-teman di sini begitu menghargai apapun yang kubagikan. Kurasa tempat ini merupakan media yang tepat dibandingkan media sosial yang lain. Tapi, sebenarnya aku memang kurang percaya diri kalau mau share tulisan selain di blog.

Tanpa sadar, WordPress menjadi aplikasi yang selama kurang lebih dua tahun belakangan kubuka hampir setiap hari. Melihat berbagai tulisan yang secara tidak langsung menunjukkan karakter penulisnya, bermacam-macam konten dari yang ringan sampai yang berat (puisi; prosa; cerpen; curhatan; sampai review buku), hingga menyaksikan bagaimana teman-teman saling berkomunikasi dengan membubuhkan beberapa kalimat di kolom komentar, rasanya sungguh menyenangkan. Ada beberapa narablog yang berbincang dengan begitu akrab seolah sudah lama saling mengenal, padahal belum tentu pernah bertatap muka. Lucu juga ya, bagaimana sebuah media dapat mendekatkan yang jauh, tapi semoga saja tidak sampai menjauhkan yang dekat.

Last but not least, sebenarnya aku cukup jarang membuka statistik blog, tetapi kemarin tiba-tiba penasaran ingin melihat sejauh mana perkembangannya beberapa tahun belakangan. Mengingat ketidakkonsistenan dan pasang surutnya produktivitas dalam menulis, aku merasa cukup kaget melihat kontrasnya perbandingan statistik blog dari tahun 2017 sampai tahun 2019. 

wp-1577821026364-e1577822235777.png

Sekali lagi, terima kasih kepada orang pertama, orang kedua, orang ketiga, dan seterusnyaaa yang telah menyempatkan diri untuk membaca tulisan-tulisan di adelinala! Semoga kita bisa berteman seterusnya~

Photo by Tirachard Kumtanom on Pexels.com

Iklan

41 pemikiran pada “Orang-orang Pertama

    1. Iya Mba, ada. Tapi harus pakai aplikasi wordpress yang download dari google play/ios store. Di menu pemberitahuan kita klik bagian “mengikuti”, terus scroll ke bawah klik tulisan “followers”. Nanti muncul informasi sejak kapan orang mengikuti 😅.
      Hebat ya Mba Sondang, baru mulai tahun 2018 tapi produktif banget. Terima kasih sudah banyak mengapresiasi pos-pos saya. Salam kenaal 🤗

      Disukai oleh 1 orang

    1. Waaa makasih Mas Andi, sudah berkenan meninggalkan jejak di beberapa tulisan. Nah itu, saking jarangnya jadi merasa senasib kali ya, makanya bisa saling mengapresiasi gini 😅

      Suka

    1. Yang pertama-pertama emang sering membekas di hati kak 😂
      Nggak inget saking udah lamanyaaa ngeblog ya Kak 😅
      Semangat jugaa kak Ai, pawangnya buku-buku ❤️😂

      Disukai oleh 1 orang

      1. Tak terlupakan, ya Kak 😁
        Iya, betul Kak 😅👍
        Terima kasih Kak 💕
        Adudu Kak, pawangnya buku 😆😆 *sebuah kehormatan jika bisa jadi pawangnya buku* 😂

        Disukai oleh 1 orang

      2. Kedengerannya seperti jangan lupakan aku 😂
        Siap kaak. Karena semua orang adalah pembaca, tetapi sebagian mungkin belum menemukan buku kesukaannya (kata siapa ya ini, lupa) 😅

        Disukai oleh 1 orang

  1. Horey jadi orang pertamanya Mba Ifah. 🤗😙🤗
    Selamat ya Mbak buat progressnya. Semoga tahun dua kosong dua kosong ini tetap ngeblog kita yah, dan bisa share hal-hal bermanfaat untuk kita ingat kelak.

    “Sekalimat yang tertulis dan kita baca lagi, memberi kita senyuman.”

    😍Happy Time, Hughug😍

    Disukai oleh 1 orang

    1. Ciee pertama ya Mba 😂
      Makasih yaa Mba Yani, followers pertama, likers pertama, komentator pertama, terus mau dilanjut jadi temen meet up pertama nggak nih? 😅
      Terima kasih apresiasi dan semangatnya Mbaa.
      🤗🤗🤗

      Disukai oleh 2 orang

      1. Iya sama-sama Mba Ifah , 😘
        Maunya sih iyaaa. Semoga, kita pun bisa jumpa.
        Walau kelak bukan yang pertama sebagai teman meet up, pertemuan kita tetap untuk pertama kali.
        Btw, ini dalam rangka menghidupkan hari pertama bulan pertama tahun ini, maka banyak-banyakin pertamanya acch. Haha.😁 #hebohsendiri😁

        Suka

      2. Aamiin. Semoga ada kesempatan bisa jumpa yaa Mba. InsyaaAllah 😊
        Wah, produktif banget yaa memperbanyak yang pertama2. Hahaha

        Suka

  2. Yeaayy yeayyy selamat ya sudah bisa bertahan ngeblog walaupun banyak rintangannya 😅

    Aku jg masih inget orang orang pertama yang follow blogku dan alhamdilillah beberapa dr mereka bisa temenan di sosmed lain

    Disukai oleh 1 orang

    1. Alhamdulillah hehee. Dan rintangan utamanya adalah males yang sampai sekarang masih sering timbul tenggelam 😅
      Waah hebaat. Padahal kayaknya Kak Nadya ngeblognya lebih lama, tp masih inget aja ya 🙌

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s