Menempatkan Kepingan yang Hilang

Kamu boleh menatap dan menata masa depan. Namun ingatlah, bahwa kehidupanmu bukan hanya tentang masa yang akan datang. Kamu memiliki orang-orang yang telah membersamaimu dalam perjuangan, dan mungkin ada yang masih bertahan hingga sekarang. Masih tak keberatan menemani perjalanan.

Banyak yang baik, meski beberapa di antaranya ada pula yang tak begitu berkenan. Tidak mengapa, wajar. Yang baik biarlah terkenang. Yang buruk… apa lagi jika tidak dijadikan sebagai pelajaran? Pada dasarnya, memang kedua hal itulah yang memicu seseorang memperbaiki kehidupan. Karena begitulah bagaimana manusia belajar dari orang-orang di sekitar.

Jangan lantas menyingkirkan yang terdahulu ketika kamu bertemu dengan dunia baru. Mungkin bagimu, mereka memang orang-orang dari masa silam, namun tak seharusnya semudah itu dilupakan. Karena bagaimanapun, hidup yang kamu jalani berkesinambungan dari masa lalu hingga masa depan yang merupakan satu keutuhan. Seperti puzzle, kalau kata orang-orang. Kamu akan menemukan kepingan-kepingan yang hilang seiring perjalanan. Ketika kepingan baru ditemukan, maka baiknya tempatkan pada celah yang tepat tanpa harus menyingkirkan bagian yang usang.

8 pemikiran pada “Menempatkan Kepingan yang Hilang

      1. Yg sengaja lari tak perlu di kejar, yang sengaja pergi tak perlu dicari. Berjuang tak sebercanda itu~

        Hmm… 24H ๐ŸŽถ๐ŸŽถ

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s