Rumah

Akan ada masanya ketika seseorang yang kau anggap rumah tak lagi bisa menjadi tempat untukmu berteduh, tak lagi nyaman untukmu sekadar singgah, tak lagi tepat untukmu berkeluh kesah, tak lagi lapang untukmu melepas penat dan lelah.

Saat momen itu terjadi, dengan segenap kesadaran yang kau miliki, sebaiknya segeralah bergegas. Undur diri dari atap yang pernah meneduhkan hatimu, meringankan langkah; keluar dari pintu yang dulu terbuka lebar meski belum tiba waktu kedatanganmu, mengosongkan ruang-ruang yang tak lagi terang karena cahaya hangatnya meredup bagi jiwamu. Mungkin diapun lelah, datangmu kian lama kian membuatnya payah. Membosankan.

Tak perlu kecewa, pun marah. Memang begitulah hakikatnya sebuah rumah. Cepat atau lambat, yang tinggal kan pergi, yang asing datang menyinggahi. Namun, pergimu tak perlu menjadi alasan untuk mencari rumah yang baru. Mungkin inilah waktumu merumahkan diri, menjadi tempat yang nyaman untuk orang lain –sekalipun untuknya. Nanti, jika ‘dia’ mulai lelah dan ingin mencari tempat yang ramah, biarkanlah dia datang padamu untuk singgah, mengeluhkan segala kesah dan resah. Bukalah pintumu dengan lebar, selebar pintu yang pernah ia bukakan untukmu, dulu.

Image ©wallcoo

21 pemikiran pada “Rumah

      1. Biasanya dari pengalaman mbak. Tiap ada masalah, merenung bentar, terus ngalir gitu aja. Tau2 udah jadi tulisan2 sederhana. Tp sebenernya semua tulisan di sini adl self reminder sih mbak. Hehe

        Suka

      2. Kalau menurut saya, yg penting hindari pengulangan kata mbak. Kalaupun harus sama, cari sinonimnya biar nggak kedengeran aneh pas dibaca 😅
        Saya jg masih perlu banyak belajar kok mbak. Sehari belum pasti bikin tulisan. Cuman sering2 nulis di jurnal aja…
        Saya kuliah jurusan pendidikan kimia. Nggak nyambung yaa 😂

        Suka

      3. Ohh gitu ya mbak, bentuk tulisan mbak ini prosa gitu ya? jurusan kimia?? masya Alloh..
        semangat buat kuliah dan menulisnya, semoga bisa bermanfaat untuk orang banyak, terima kasih sudah like tulisan saya….

        Disukai oleh 1 orang

      4. Iya mbak, lebih suka prosa. Oiya, memperbanyak baca juga bisa mempengaruhi tulisan mbak…
        Semangat juga yaa mbak. Tulisan mbak bagus2, banyak sekali ilmunya…
        Terima kasih sharingnya 😀

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s