… adalah Kecewa.

Bapak pernah bilang, usaha keras tanpa diiringi dengan doa adalah sebuah kesombongan. Hal itu menunjukkan bahwa kita lupa melibatkan Allah dalam setiap ikhtiar yang dilakukan.

KepadaNya, kita selalu meminta untuk diberikan yang terbaik dalam segala hal. Tetapi, terkadang permintaan itu tidak dilandasi dengan keyakinan bahwa hanya Dia-lah yang dapat menentukan segala yang terbaik bagi hambaNya. Permintaan yang terkadang terjebak di bawah rasa ketidakikhlasan, hingga membuat kita tak sadar bahwa kita bukan sedang memohon, tetapi memaksa Sang Kuasa dengan keinginan yang terlalu berlebihan. Permintaan yang tidak dibersamai dengan persiapan atas segala kemungkinan yang akan terjadi pada doa-doa yang dipanjatkan: mungkin Allah kabulkan, Allah tunda, atau Allah ganti dengan yang lebih baik. Dan parahnya, permintaan yang terlampau besar dapat membuat kita lupa bahwa yang terbaik menurut kita belum tentu baik menurut Allah.

Alangkah terburu-burunya kita berburuk sangka kepada Allah ketika pinta yang diharapkan nyatanya tak sejalan dengan apa yang Allah berikan. Padahal, sungguh kita tidak mengetahui bagaimana cara Allah bekerja –yang memang sangat di luar dugaan makhlukNya. Terlalu cepat kita ditenggelamkan oleh kekecewaan, hingga tak sempat menyadari bahwa seperti itulah salah satu prosedur Allah dalam memberikan yang terbaik bagi hambaNya.

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُم ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآء ۚ

Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang meraka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya.

Semua pergerakanNya di luar logika. Apa yang kita lihat baik, bisa jadi di kemudian hari kita menyadari bahwa hal itu sebenarnya buruk. Sedangkan apa yang kita anggap buruk justru mengantarkan kita pada kebaikan.

Adalah kecewa, pemeran utama dari segala rasa yang membuat kita tergesa menilai peristiwa yang tak sejalan dengan keinginan. Memang, untuk tidak kecewa itu bukanlah suatu hal mudah, akan tetapi alangkah baiknya jika rasa kecewa itu tidak disia-siakan begitu saja. Jadikanlah ia sebagai kapal yang akan berlayar mengantarkan kita menuju kesabaran untuk kemudian bermuara dalam sebuah rasa keikhlasan.

2 pemikiran pada “… adalah Kecewa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s