Musim Hujan Tahun Lalu

Ada sebuah perasaan yang tak perlu diingat dan tak seharusnya dikenang. Meski pikiran dapat menolak, namun untuk sekedar menghentikan kembalinya kenangan, hati sungguh tak mampu bertindak. Sebagaimana hujan yang dingin di kota ini, perasaan asing sedikit demi sedikit tak terkendali menelusuri hati yang kala itu sunyi. Akupun tak mengerti, bagaimana ia mulai retak hingga terbentuk sebuah celah, membuat syaitan leluasa bergerak menyusupkan getaran dalam benak yang membuat dada ini sesak. Salahku dulu membiarkan perasaan itu bebas membiak dan berkembang, padahal ia tak beda dengan tanaman yang dapat layu tanpa disiram.

Kini, di penghujung tahun ini, hujan telah kembali. Aroma tanah basah dan langit biru yang mulai kelabu mengingatkanku pada saat itu. Saat waktu denganNya mulai tersita, saat pikiran mulai berantakan, saat hati mulai terbagi. Kusadari sepenuhnya telah banyak waktu tersia-sia hingga melewatkanNya, namun tak segera kusembuhkan kegilaan pada cinta dunia. Terus saja kuturuti rasa yang membutakan, membuatku terlupa bahwa manusia hanyalah tempat, sedangkan pemilik hati yang sesungguhnya adalah Dia. Pada akhirnya, tak kudapatkan apa-apa selain luka atas kehilangannya dan duka karena semakin jauh dariNya.

Tak seperti hujan yang datang lagi, dia kini telah benar-benar pergi dan takkan kembali. Perginya membuat hati yang sebelumnya telah terbagi menjadi banyak ruang tempat berdiam berbagai kenangan, bertambah lagi satu untuk menyimpan kenangan baru. Kenangan tentang segala sesal yang terabadikan, sekaligus tempat mengarsipkan segala cinta yang pernah tercipta tanpa sempat terasa.

Sudahlah. Sepertinya kucukupkan saja mengenang duka yang membukakan luka. Lagi pula pada akhirnya, seberat apapun duka akan menjelma suka, dan sedalam apapun luka pasti akan terlupa. Dan aku bahagia dengan segala duka yang pernah kurasa, bersama luka yang pernah kuderita. Tanpa mereka, mungkin aku akan lupa membayar hutang waktu di musim hujan tahun lalu, yang telah kuhabiskan hanya untuk mempedulikan rasa hingga tak banyak masa yang kusediakan untuk mengingatNya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s