Kristalin

material-e1541595144301.png
Penyusunan Atom dalam Material

Suatu hari ketika mengikuti perkuliahan material, dosen kami menyampaikan sebuah materi mengenai Sruktur Material dimana dalam salah satu penjelasannya beliau juga memaparkan mengenai struktur salah satu padatan, yaitu kristalin. Baliau mengatakan bahwa kristalin adalah suatu padatan yang partikel-partikelnya tersusun secara teratur dan sempurna membentuk sebuah kisi. Karena keteraturannya itulah padatan kristalin dapat memberikan banyak manfaat, sehingga lebih banyak digunakan daripada padatan amorf, yang keteraturan penyusunan partikelnya tidak sempurna.

Sejenak beliau menghentikan penjelasannya, kemudian bertanya, apa yang dapat kita pelajari dari kristalin berdasarkan keteraturan partikelnya itu?

Beliaupun mengatakan bahwa keteraturan itu akan mendatangkan banyak manfaat. Seperti kristalin, apabila hidup ini kita jalani dengan teratur, maka akan memberikan lebih banyak manfaat, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga orang lain.

Namun, bagaimana jika hidup kita tidak beraturan? Sholat tidak teratur, mengaji tidak teratur, semua ibadah dikerjakan secara tidak teratur, makan dan minum tidak teratur, istirahat tidak teratur, mengerjakan tugas dan kewajiban tidak teratur, pola hidup sangat tidak teratur, segalanya serba tidak teratur, berantakan, lalu bagaimana kita dapat mendatangkan manfaat bagi orang lain, jika untuk diri sendiri saja kita tidak bermanfaat? Jika karunia yang Allah berikan tidak bisa kita memanfaatkan dengan baik?

Bercermin dari keteraturan hidup yang beliau sampaikan, mari merenungkan tentang suatu keadaan yang kontras dari keteraturan, yaitu ketidakteraturan. Ketidakteraturan menjalani hidup ini mungkin bagi sebagian orang dirasa dapat mendatangkan kesenangan untuk diri sendiri, karena merasa bebas dan tak terkekang oleh peraturan apapun. Namun, hal itu tidak boleh berlaku kepada kita karena ada pedoman yang tidak bisa diabaikan dalam menjalani kehidupan, yaitu Al Qur’an dan Sunnah. Menjalani kehidupan dengan pedoman Al Qur’an adalah bentuk cinta kepada Allah, sedangkan menjalani hari-hari di bawah naungan  Sunnah merupakan bukti cinta pada Rasulullah.

(Suatu siang di perkuliahan Kimia Material, 16 Oktober 2018)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s